Jangan Anggap Enteng Keputihan

STEMPEL 13 MENIT


Keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani. Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil di luar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Apa sebenarnya keputihan itu? Seperti apa ciri-cirinya? Dan bagaimana pencegahannya?

Menurut dr. Sugi Suhandi, spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Mitra Kemayoran Jakarta, keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Dan keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan.

Keputihan fisiologis biasanya terjadi pada masa subur, juga sebelum dan sesudah menstruasi. “Kadang saat itu ada lendir yang berlebihan, itu normal. Dan biasanya tidak gatal dan tidak berbau,” jelas dr. Sugi. Sedangkan kalau keputihan patologis , adalah keputihan yang terjadi karena infeksi pada vagina, adanya benda asing dalam vagina atau karena keganasan. Infeksi bisa sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa. Ciri-ciri keputihan patologis , warnanya tidak seperti lendir. “Keputihan patologis biasanya, warnanya seperti kepala susu, atau hijau kekuning-kuningan, atau bahkan bercampur darah, kalau keputihannya sudah menjadi penyakit,” ujar dr. Sugi. Ketika keputihan sudah menjadi penyakit, wanita yang menderita keputihan patologis ini akan merasa gatal pada daerah vagina, dan lendir yang keluar berbau, sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Banyak hal sebenarnya yang membuat wanita rawan terkena keputihan patologis . Biasanya penyebab keputihan patologis ini karena kuman. “Di dalam vagina sebenarnya bukan tempat yang steril. Berbagai macam kuman ada di situ. Flora normal di dalam vagina membantu menjaga keasaman pH vagina, pada keadaan yang optimal. pH vagina seharusnya antara 3,5-5,5. flora normal ini bisa terganggu. Misalnya karena pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam. Ketidakseimbangan ini mengakibatkan tumbuhnya jamur dan kuman-kuman yang lain. Padahal adanya flora normal dibutuhkan untuk menekan tumbuhan yang lain itu untuk tidak tumbuh subur. Kalau keasaman dalam vagina berubah maka kuman-kuman lain dengan mudah akan tumbuh sehingga akibatnya bisa terjadi infeksi yang akhirnya menyebabkan keputihan, yang berbau, gatal, dan menimbulkan ketidaknyamanan,” papar dr. Sugi yang sore itu ditemui di RS Mitra Kemayoran.

Begitu seorang wanita melakukan hubungan seks, maka wanita tersebut terbuka sekali terhadap kuman-kuman yang berasal dari luar. Karena itu keputihan pun bisa didapat dari kuman penyebab penyakit kelamin yang mungkin dibawa oleh pasangan seks wanita tersebut. “Jadi sebaiknya jangan gonta ganti pasangan. Atau lebih baik tidak melakukan seks sampai menikah. Karena biasanya pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seks, dan hygienenya baik, jarang sekali kena keputihan patologis . Dan hati-hati, keputihan patologis juga bisa karena proses keganasan. Salah satu Tanda dari kanker leher rahim adalah, adanya keputihan yang berbau busuk bahkan berdarah,” papar dr. Sugi. “Pada wanita yang belum melakukan hubungan seksual, bisa juga terjadi keputihan. Namun penyebab keputihan bisa terjadi karena menggunakan celana dalam bersama, memakai handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan daerah vagina, lalu juga cara cebok yang salah,” tutur dr. Sugi.

Pemakaian sabun antiseptik yang sekarang banyak diiklankan, untuk daerah vagina, sebenarnya tidak masalah bila dipakai sebagai obat luar. Pembilasan vagina ( douchi ) dengan anti septik sebaiknya atas dasar indikasi bila terkena keputihan, sebaiknya ke dokter, daripada mengatasinya sendiri dengan obat-obatan antiseptik yang dimasukkan ke dalam vagina keputihan patologi harus diobati sesuai dengan penyebabnya,” ujar dr. Sugi.

Keputihan sebaiknya diobati sejak dini, begitu timbul gejala. Karena keputihan kalau sudah kronis dan berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu kalau keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul. Tidak jarang wanita yang menderita keputihan yang kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian. “Berakibat kematian karena bisa mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar kandungan. Kehamilan di luar kandungan, terjadi pendarahan, mengakibatkan kematian pada ibu-ibu,” tegas dr. Sugi. Selain itu yang harus diwaspadai, keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim. Jadi jangan sampai terlambat untuk tahu apa yang menjadi penyebab keputihan. Yang pasti jangan anggap remeh keputihan. Supaya kamu tidak menyesal di belakang hari nanti, karena akibat yang ditimbulkan oleh penyakit keputihan ini.

Yang Perlu di perhatikan
  • Cara membilas vagina yang benar, setelah habis buang air besar atau sehabis buang air kecil, sebaiknya membilas vagina dari arah depan ke belakang ke arah anus.
  • Keputihan fisiologis (normal), ciri-cirinya, lendirnya seperti lendir bening, Tidak gatal dan tidak berbau.
  • Keputihan patologis (karena penyakit), ciri-cirinya, warna lendirnya tidak bening lagi tetapi putih seperti kepala susu, bisa kuning kehijauan atau kecoklatan, bahkan bisa kemerahan karena adanya darah. Biasanya disertai rasa gatal, dan ada bau yang menyertainya.


Penyebab Keputihan Patologis (Karena Penyakit):
Keputihan Tumor atau Kanker Kandungan
Gejala dari munculnya tumor atau kanker di kandungan adalah munculnya cairan yang menyerupai keputihan. Biasanya keputihan disertai bercak darah dan berbau busuk. Jika gejala keputihan tersebut disertai dengan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, terjadi gangguan siklus haid, sering demam, dan badan bertambah kurus, pucat, serta lesu, lemas dan tidak bugar, maka kemungkinan telah terjadi pertumbuhan abnormal di dalam organ kandungan. Apapun penyebabnya keputihan harus diobati, apalagi jika keputihan tersebut adalah bagian dari tanda adanya tumor yang sedang berkembang di dalam tubuh.

Keputihan yang disertai darah bisa juga muncul akibat polyp di organ kandungan, kemungkinan di rahim atau di leher rahim. Biasanya darah keluar sehabis berhubungan seks atau setelah melakukan penyemprotan vagina (douching).

Keputihan Karena Usia Lanjut

Keputihan juga biasa muncul pada wanita usia lanjut, bahkan terkadang cairan keputihan keluar disertai darah. Hal ini disebabkan karena lapisan vagina yang menipis seiring bertambahnya usia. Hal yang sama bisa terjadi pada wanita yang belum pubertas, pada wanita pengidap kencing manis, dan mereka-mereka yang sudah memasuki fase menopause. Lapisan selaput lendir vagina pada kelompok wanita tersebut tipis dan mengisut.

Keputihan Akibat Benda Asing di Vagina

Vagina bagaikan lorong terbuka yang memungkinkan masuknya benda asing ke dalam tubuh. Sisa pembalut, kapas atau mungkin kondom adalah benda-benda asing yang bisa tertinggal di dalam vagina dan menyebabkan terjadinya keputihan. Pada anak perempuan mungkin bisa kemasukan biji kacang, kancing, peniti yang setelah lama tertanam di dalam vagina akan membusuk dan menyebabkan keputihan.

Keputihan Akibat Sering Dibersihkan

Para wanita sering melakukan kebiasaan yang sebetulnya tidak sehat dalam memperlakukan vagina. Terlalu sering membersihkan vagina dengan bahan antisepsis sesungguhnya tidak menyehatkan. Kuman-kuman yang bermukim di saluran vagina yang hidup damai dan bersifat baik bagi tubuh akan ikut terbunuh oleh antisepsis tersebut. Padahal kuman-kuman itu ikut membantu membentuk suasana asam di sekitar vagina. Vagina bersifat asam untuk mengusir bibit penyakit.

Keputihan Kencing Nanah

Bila ada riwayat kontak seksual dengan pria yang memiliki penyakit seksual maka keputihan bisa berarti kencing nanah atau gonore. Jika keputihan tidak sembuh-sembuh padahal sudah lama diobati maka ada kemungkinan penyebab keputihan yang diderita adalah akibat tertular penyakit ini. Sama-sama mengeluarkan cairan putih tapi berbeda penyebab dan isinya dan jika diperiksa di laboratorium akan terlihat kuman-kuman kencing nanah di keputihannya.

Keputihan Akibat Penyakit Menular Seksual

Tidak mudah membedakan keputihan biasa dengan keputihan akibat penyakit kelamin. Ada dua jenis Penyakit Kelamin Seksual (PMS) yang menyerupai keputihan yaitu kencing nanah (gonore) dan chlamydia. Lendir keputihan akibat chlamydia terlihat lebih bening sehingga biasa dianggap keputihan normal. Semua wanita yang punya riwayat hubungan seksual dengan pasangan yang mengidap penyakit kelamin akan menampakkan gejala keputihan dalam hitungan hari sampai minggu. Bentuk lendir keputihan mirip susu jika disebabkan kuman kencing nanah dan bening encer jika disebabkan chlamydia. Keduanya hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.


Cara mencegah keputihan:
  • Menjaga kebersihan daerah vagina
  • Membilas vagina dengan cara yang benar
  • Jangan suka tukar-tukaran celana dalam menggunakan celana dalam bersama dengan teman wanita lainnya
  • Jangan menggunakan handuk bersamaan ( suka tukar-tukaran handuk )
  • Lebih berhati – hati dalam menggunakan sarana toilet umum
  • Jalani Pola hidup sehat, cukup tidur, olah raga teratur, makan makanan dengan gizi yang seimbang
  • Hindari gonta ganti pasangan seksual (seks bebas)
  • Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan leher rahim.


Sumber: RS Mitra Kemayoran
Ditulis oleh Dr. Sugi Suhandi Iskandar
Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan RS MITRA KEMAYORAN

0 Response to "Jangan Anggap Enteng Keputihan"

Posting Komentar